NARARYA WIJAYA CDMP, AP., S.KH

Menggali Khazanah dan Kearifan

DOA

27 February 2014 - dalam Spiritual Oleh nararya-wijaya-fkh07

Diceritakan oleh Robert Frager dalam "Hati, Diri dan Jiwa: Psikologi Sufi untuk Transformasi", terjemahan Hasmiyah Rauf:

 

Seorang Sarjana menyapa sang pertapa yg sedang berdoa, seraya menjelaskan bahwa berdasarkan bahasa Arab klasik, pertapa itu tidak tepat dalam mengucapkan doa tsb. Sarjana itu merasa puas telah meluruskan sang pertapa yg buta huruf. Lagipula disebutkan bahwa siapa yg menguasai doa itu dapat berjalan di atas air.

Sarjana itupun pergi. Merasa puas atas amal baiknya. Kemudian, dia mendengar suara dari belakangnya, lalu menoleh. Sang pertapa sedang berlari di atas air untuk mengejarnya. "Hai, nak, aku telah mengucapkan doa tersebut secara salah selama bertahun-tahun! Tolong ulangi kembali untukku dengan cara yg benar sekali lagi."

 

 

Ternyata doa tak peduli bahasa dan apa yg terucap di mulut saja yg penting adalah keyakinan orang yg berdoa, mengerti maksud doa yg dibacanya itu, dan disertai dengan tirakat, yaitu olah batin dalam hidup ini. Tentu saja sebuah doa akan terkabul bila kita tidak melanggar asas doa.



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Counter

World Clock

Widget Box

Counter Flag

Soal CPNS

PRIMBON RAMALAN JODOH

NUMEROLOGI RAHASIA CINTA

Pengunjung

    147.325