NARARYA WIJAYA CDMP, AP., S.KH

Menggali Khazanah dan Kearifan

Konsep Teladan Guna, Kaya, Purun

03 August 2015 - dalam Keprajuritan dan Kebijaksanaan Oleh nararya-wijaya-fkh07

Yogyanira kang para prajurit

Lamun bisa sira anulada

Duk inguni caritane

Andelira Sang Prabu

Sasrabahu ing Maespati

Aran Patih Suwanda

Lelabuhanipun

Kang  ginelung tri pakara

Guna, kaya, purun ingkang den antepi

Nuhoni trah utama

 

Lire lelabuhan triprakawis

Guna; bisa saniskareng karya

Budi dadya nanggule

Kaya sayektinipun

Duk bantu prang Magada Nagri

Amboyong putri dhomas

Katur ratunipun

Purune sampun tetela

Aprang tandhing lan ditya Ngalengka nagri

Suwanda mati ngrana

 

Terjemahan:

Seyogyanya wahai para prajurit

Tirulah sebisa-bisanya

Cerita di zaman dahulu

Yakni tangan kanan Sang Prabu

Sasrabahu di Maespati

Yang bernama Patih suwanda

Bekal pengabdiannya 

Meliputi tiga hal

Guna, kaya, dan purun yang selalu dipegang

Sebagai seorang manusia utama

 

Adapun ketiga bekal pengabdian itu

Guna; berarti serba bisa

Berusaha untuk selalu berhasil

Kaya; sesungguhnya

Ketika menjadi panglima perang

Melawan negeri Magada

Ia berhasil memboyong putri domas

Kemudian dihaturkan kepada rajanya

Purun; jelas ketika bertempur melawan raksasa Alengka

Suwanda gugur di medan laga

 

Syair di atas adalah Serat Tripama peninggalan Sri Mangkunegoro IV yang menceritakan tentang tiga teladan utamakeprajuritan dan warga negara yang mengabdikan hidup dan perjuangannya digarisnya masing-masing. Tokoh Patih Suwanda ketika masih kecil bernama Bambang Sumantri, putra Begawan Suwandagni. Sesudah dewasa ia mengabdikan diri kepada Prabu Sasrabahu, Raja Maespati.

Berikut ini tiga sifat keprajuritan Patih Suwanda :

  • Guna berarti ahli, pandai dan terampil. Dalam mengabdi kepada bangsa dan negaranya, Suwanda selalu membekali diri dengan berbagai ilmu dan keterampilan. Dia bekerja tidak asal-asalan agar segalanya bisa sukses.
  • Kaya berarti kaya, serba kecukupan. Sewaktu Patih Suwanda diutus oleh raja, dia kembali memperoleh harta rampasan perang yang berlimpah. Hasil rampasan yang banyak itu tidak disimpan sendiri, melainkan diserahkan kepada negara.
  • Purun berarti pemberani, bersemangat dan giat sebagai pemuka negara. Suwanda selalu tampil dengan semangat menyala tanpa disertai pamrih. Bahkan jika perlu jiwa raga pun dikorbankan. Hal ini terbukti ketika ia berperang melawan Dasamuka, raja Alengka, dan ia gugur di medan laga. 


Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Counter

World Clock

Widget Box

Counter Flag

Soal CPNS

PRIMBON RAMALAN JODOH

NUMEROLOGI RAHASIA CINTA

Pengunjung

    147.328